Destinasi wisata yang sudah siap di era globalisasi, (wedding di bali)

Bukan India melainkan Bali dinobatkan sebagai Tempat Wedding Terbaik

Bali sebagai destinasi wedding terbaik? Emang gak salah sih keindahan Pulau Seribu Pura ini jadi salah satu yang terfavorit. Bali dinobatkan oleh T+L India sebagai Best Wedding Destination International 2018. Gimana kamu setuju kalau Bali sebagai destinasi wedding terbaik?

Bali masuk sebagai salah satu destinasi Best Wedding Destination International 2018 versi Travel + leisure (T+L) India’s Best Award 2018. Tentu aja, siapa yang gak takjub dengan keindahan Pulau Dewata ini.

Kemahsyuran Pulau Bali emang udah terkenal banget baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Tahun ini, Bali mendapatkan penghargaan dari Travel + Leisure (T+L) India’s Best Award 2018 lho.

Bukan sebagai salah satu tempat buat liburan, melainkan sebagai salah satu tempat terbaik buat mengadakan pesta pernikahan. VITO India Sanjay Sondhi mengatakan, predikat terbaik sebagai salah satu destinasi wedding versi T+L India dijamin bakal semakin menaikan nilai Balisebagai salah satu destinasi wisata terbaik.

“Award ini sangat prestigious. Bali akan terus naik. Award ini makin menegaskan Bali sebagai destinasi terbaik bagi wisatawan India,” kata Sanjay

Banyak banget sih tempat di Bali jadi salah satu pilihan terbaik buat calon pengantin yang ingin melangsungkan pernikahan dengan sakral. Gak heran kalau Anggun C. Sasmi memilih Pulau Seribu Pura sebagai tempat buat dirinya menikah lagi beberapa bulan silam nih.

T+L India’s Best Award 2018 sendiri emang sempat melakukan voting langsung nih ke publik secara online yang tentunya melibatkan pengunjung

T+L India Best Award 2018 sendiri menampilkan setidaknya 50 kategori buat dipilih oleh pengunjung T+L India. Mau tahu apa aja gak? Mulai dari kategori buat Best Honeymoon Destination, Best City, Best Emerging Destination, dan Best Heritage Destination.

Ada juga Best Food Destination, Best Airline – International, dan masih banyak banget lho. Beruntung Bali mendapatkan penghargaan sebagai Best Wedding Destination International 2018.

Mau tahu gak? Kalau Bali bersaing dengan tempat-tempat lainnya yang indah di dunia. Seperti Tuscany di Italia merupakan salah satu destinasi yang bersaing ketat dengan Bali, Indonesia.

Gimana kamu bangga gak dengan prestasi Pulau Dewata sebagai salah satu destinasi terbaik lho. Emang udah lama sih Bali dikenal sebagai salah satu tempat favorit sejuta umat.

4 Cara dan Strategi Bisnis yang Cocok untuk Usaha Kecil-kecilan

Menjalankan sebuah bisnis tentunya bertujuan agar kelak bisnis tersebut berjalan dengan sukses. Umumnya, bisnis yang sukses adalah bisnis yang berhasil bertahan lama di antara para pesaingnya, serta berhasil dikenal hingga berbagai berbagai negara. Bisnis yang sukses tentunya tidak didapat dengan mudah.

Ketika menjalankan bisnis, perlu menerapkan berbagai strategi khusus untuk terus eksis dalam dunia bisnis tersebut. Pelaku bisnis sudah seharusnya memiliki strategi khusus tertentu untuk bisa mengembangkan bisnisnya hingga sukses

Baik itu pelaku usaha pemula skala kecil seperti UKM, maupun pebisnis skala besar, harus memahami betul hal penting yang diperlukan agar bisnisnya bisa sukses. Setelah mengetahui strategi tersebut, baiknya bisnis yang sudah sukses terus melakukan evaluasi agar lebih baik lagi.

Berikut ini empat hal penting yang harus diperhatikan agar bisnis yang dijalankan bisa sukses

  1. Perhatikan Kualitas

Bisnis yang ada saat ini banyak dan begitu beragam. Namun bisnis yang benar-benar memerhatikan soal kualitas, masih dibilang belum maksimal. Bagaimana pebisnis seharusnya memerhatikan kualitas dari bisnisnya? Yaitu dengan cara memerhatikan kualitas dari beberapa unsur yang di jual dalam bisnisnya tersebut.

Mulai dari kualitas kemasan, kualitas rasa (jika menjual produk makanan), kualitas isi produknya sendiri, hingga kualitas layanan haruslah dipilih yang terbaik

2. Lakukan Promosi dan Berikan Info Produk

Melakukan Promosi dan selalu menginformasikan produk yang dijual kepada calon konsumen merupakan strategi yang wajib dilakukan oleh pebisnis. Promosi dan info produk biasanya saling berkaitan sehingga keduanya bisa dikerjakan secara bersamaan.

Saat ini, melakukan promosi juga sangat mudah, bahkan bisa dilakukan secara gratis. Anda bisa menggunakan sosial media atau media online lainnya untuk memperkenalkan produk dan promo Anda pada banyak orang yang lebih spesifik dan menyukai produk Anda.

Saat melakukan promosi, sebaiknya gunakan media gambar yang baik dan maksimal, serta detail informasinya. Lakukan promosi secara berkala, dengan begitu calon konsumen akan lebih mudah terjaring

3. Cantumkan Testimonial Pelanggan

Apa yang membuat calon pelanggan menjadi tertarik pada produk atau jasa yang Anda tawarkan, selain melihat promosi langsung? Calon pelanggan melihat juga testimoni dari para pelanggan sebelumnya yang pernah menggunakan produk dan jasa dari Anda. Testimoni dari pelanggan juga merupakan strategi yang bagus untuk bisa menarik perhatian pelanggan

4. Pengalaman Pelanggan

Hal penting terakhir yang harus Anda perhatikan adalah melakukan pengalaman pelanggan atau customer experience, yaitu dengan cara memberikan sampel produk dengan gratis kepada calon pelanggan Anda.

Hal ini tentu akan membuat calon pelanggan lebih mudah untuk mengenali produk Anda secara langsung. Peluang mereka untuk membeli produk Anda juga jauh lebih besar.

Terapkan Strategi Bisnis Secara Terus-Menerus

Untuk mewujudkan bisnis yang sukses para pelaku bisnis perlu menerapkan strategi di atas secara terus-menerus agar bisnis bisa lebih berkembang dan diketahui oleh calon pelanggan lebih banyak lagi. Apalagi jika bisnis ini masih level pemula, seperti bisnis UKM, sebaiknya maksimalkan strategi bisnis yang ada

Revolusi Industri 4.0, Pemerintah Daerah Bersinergi Mendorong Pariwisata Humbang Hasundutan

Tahun 2018 telah usai, kini tahun datang 2019 akan mengobarkan semangat untuk mewujudnyatakan harapan dan cita-cita yang belum usai di 2018. Secara umum dalam pembangunan dan pengembangan yang ada dalam kabupaten tercinta, kabupaten Humbang Hasundutan, Khususnya dalam pengembangan potensi pariwisata yang ada terlebih didalam masa revolusi industri 4.0 yang sudah mulai kita jajaki.

Kilas Revolusi Industri 4.0

Salah satu sejarah terbesar di dunia adalah dengan adanya Revolusi Industri. Tak dapat dipungkiri bahwa kehidupan kita tidak bisa lepas dari benda dan alat yang kita gunakan untuk mempermudah aktivitas dan pekerjaan setiap manusia, dimana hal tersebut adalah hasil dari revolusi industri.

Kilas revolusi industri dimulai pada tahun 1784 dengan ditemukannya mesin uap dan alat-alat mekanisasi

Revolusi Industri yang kedua terjadi pada abad ke-19 ditemukan produksi dengan bantuan listrik. Revolusi Industri yang ketiga ditandai dengan hadirnya penggunaan teknologi komputer untuk otomasi manuktuktur pada tahun 1970. Dan saat ini kita (Indonesia) menjajaki masa revolusi indutri 4.0 ditandai dengan ekspansi teknologi melalui kecanggihan digital dan internet yang sudah kita rasakan sampai hari ini, misalnya Traveloka, Go-Jek, Grab, Online Shop dan lain-lain yang telah memudahkan masyarakat.

Revolusi Industri sudah menjadi tuntutan sesuai kebutuhan zaman yang tidak bisa dihindarkan. Kita harus siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan berfikir kritis, kreatif, komukasi, dan bekerjasama. Dengan harapan juga akan melahirkan generasi yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.

Dalam mendorong pengembangan pariwisata, pada tahun 2018 Arief Yahya selaku menteri Pariwisata menekankan pentingnya perkembangan teknologi dalam mendorong sektor pariwisata di Indonesia.

Oleh karenanya Kementeriannya mendorong Pariwisata 4.0 agar membawa hasil signifikan pada sektor pariwisata Indonesia. Peringatan Hari Pariwisata Dunia (Word Tourism Day) sudah diperingati pada 28 september 2018 yang lalu dengan membawa tema “Tourism and The Digital Transformation” atau sebagai Tahun Pariwisata dan Transformasi Digital.

Namun dalam penerapan menuju Pariwisata 4.0 dibutuhkan unsur lain, salah satunya adalah Generasi milenial yang sudah berkompeten dalam industri revolusi 4.0. Generasi Milenial adalah generasi yang berusia antara 22 tahun sampai 37 tahun dengan rata-rata kelahiran antara tahun 1981 hingga tahun 1996.

Menurut survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Generasi Milenial menjadi paling dominan dalam penggunaan internet. Internet sangat bermanfaat mengenalkan potensi wisata daerah kepada semua orang baik dalam skala nasional maupun internasional.

Pun melihat generasi milenial yang lebih suka menghabiskan waktu dan materi untuk piknik. Ini tentu akan sangat baik ketika pemanfaatan internet dengan suka piknik dikolaborasikan dengan pengenalan tempat piknik kedalam dunia digital. Dan dua hal ini dimiliki oleh generasi milenial.

Travel Digital Bertransformasi ke Milenial Tourisem

Era milenial yang biasa disebut milenials merupakan istilah populer untuk orang yang lahir di tahun 1980-2000. Sudah menjadi hal umum jika pariwisata dunia dikuasai oleh milenial tourism. Maka itu, pariwisata di Tanah Air sudah harus menuju ke digitalisasi.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak para pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam ASITA untuk menggalakkan digital dan milennial tourism di Indonesia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pentingnya isu Digital & Millennial Tourism untuk dikembangkan dan digalakkan di Indonesia.

“Syaratnya go digital. Tanpa itu, kita tidak akan bisa bertumbuh makin tinggi. Dan kita sulit bersaing dengan pasar dunia yang semakin ketat,” kata Menpar Arief Yahya, saat Pelantikan sekaligus Rakernas DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) tahun 2019-2024 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin 8 April 2019.

Dia juga menekankan, Pemeritah terus mendukung industri pariwisata di Indonesia, untuk menjadikan sektor pariwsata menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar di Tanah Air salah satunya dengan cara digitalisasi.

Arief Yahya mengatakan, peran pemerintah melalui Kementerian Pariwisata yang paling utama adalah mendukung para pelaku Industri untuk tumbuh dan berkembang.

“Industri lead and goverment support. Pemerintah melayani industri bukan sebaliknya. Ini patut disyukuri komitmen kuat dari Industri dan harus dijaga oleh semua elemen Pentahelix, ABCGM (Academician, Business, Community, Government, Media). Kemenpar mendukung ASITA,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief juga menjelaskan pertumbuhan pariwisata di Indonesia menjadi salah satu paling tercepat di dunia. Untuk itu pemerintah fokus pada dua hal, yang pertama deregulasi dan yang kedua adalah digitalisasi.

Menurut dia, transformasi melalui digital saat ini paling tepat dilakukan karena hampir 70 persen wisatawan ke Indonesia sudah menggunakan digital.

“Di pariwisata, ‘search and share’ itu 70 persen sudah melalui digital. Sudah tidak lagi bisa mengandalkan ‘walk in service’, menyuruh pelanggan datang langsung ke kantor travel agent untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata,” kata Menpar Arief Yahya.

Selain itu, Menpar juga mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan ASITA selama ini. Menpar mengharapkan kerja sama dengan ASITA terjalin dengan semakin baik di kepengurusan baru.

Dalam Rakernas DPP ASITA 2019, Menteri Pariwisata juga melantik Ketua sekaligus jajaran Dewan Pengurus Pusat ASITA untuk masa bakti 2019-2024 di Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta.

Peran industri pariwisata yang tergabung dalam ASITA, kata Arief Yahya, sangat penting untuk menjadikan sektor pariwisata memiliki daya saing.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Nunung Rusmiati yang baru saja dilantik menambahkan pihaknya sangat mengapresiasi dukungan pemerintah yang selalu ada di belakang industri.

“Terima kasih kepada pemerintah yang mendengarkan keluhan industri kami terkait tiket pesawat yang sudah mulai turun. Dampak kenaikan tiket pesawat sangat terasa sekali lantaran penyebaran wisatawan menjadi tidak merata di Indonesia. Dan pemerintah sudah melakukan banyak hal untuk membantu industri pariwisata,” ujarnya.

Nunung Rusmiati dalam sambutannya menetapkan komitmen untuk mendukung pengembangan sektor Pariwisata Indonesia. ASITA memiliki 7.000 anggota yang tersebar di 34 provinsi. Di antaranya adalah melalui partisipasi dalam program-program Kementerian Pariwisata.

Travel Digital Bertransformasi ke Millenial Tourisem

Era milenial yang biasa disebut milenials merupakan istilah populer untuk orang yang lahir ditahun 1980-2000. Sudah menjadi hal umum jika pariwisata dunia dikuasai oleh milenial tourism. Maka itu, pariwisata di Tanah Air sudah harus menuju ke digitalisasi.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak para pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam ASITA untuk menggalakkan digital dan milennial tourism di Indonesia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, pentingnya isu Digital & Millennial Tourism untuk dikembangkan dan digalakkan di Indonesia.

“Syaratnya go digital. Tanpa itu, kita tidak akan bisa bertumbuh makin tinggi. Dan kita sulit bersaing dengan pasar dunia yang semakin ketat,” kata Menpar Arief Yahya, saat Pelantikan sekaligus Rakernas DPP Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) tahun 2019-2024 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin 8 April 2019.

Dia juga menekankan, Pemeritah terus mendukung industri pariwisata di Indonesia, untuk menjadikan sektor pariwsata menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar di Tanah Air salah satunya dengan cara digitalisasi.

Arief Yahya mengatakan, peran pemerintah melalui Kementerian Pariwisata yang paling utama adalah mendukung para pelaku Industri untuk tumbuh dan berkembang.

“Industri lead and goverment support. Pemerintah melayani industri bukan sebaliknya. Ini patut disyukuri komitmen kuat dari Industri dan harus dijaga oleh semua elemen Pentahelix, ABCGM (Academician, Business, Community, Government, Media). Kemenpar mendukung ASITA,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief juga menjelaskan pertumbuhan pariwisata di Indonesia menjadi salah satu paling tercepat di dunia. Untuk itu pemerintah fokus pada dua hal, yang pertama deregulasi dan yang kedua adalah digitalisasi.

Menurut dia, transformasi melalui digital saat ini paling tepat dilakukan karena hampir 70 persen wisatawan ke Indonesia sudah menggunakan digital.

“Di pariwisata, ‘search and share’ itu 70 persen sudah melalui digital. Sudah tidak lagi bisa mengandalkan ‘walk in service’, menyuruh pelanggan datang langsung ke kantor travel agent untuk reservasi tiket dan memilih paket wisata,” kata Menpar Arief Yahya.

Selain itu, Menpar juga mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan ASITA selama ini. Menpar mengharapkan kerja sama dengan ASITA terjalin dengan semakin baik di kepengurusan baru.

Dalam Rakernas DPP ASITA 2019, Menteri Pariwisata juga melantik Ketua sekaligus jajaran Dewan Pengurus Pusat ASITA untuk masa bakti 2019-2024 di Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Kementerian Pariwisata, Jakarta.

Peran industri pariwisata yang tergabung dalam ASITA, kata Arief Yahya, sangat penting untuk menjadikan sektor pariwisata memiliki daya saing.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Nunung Rusmiati yang baru saja dilantik menambahkan pihaknya sangat mengapresiasi dukungan pemerintah yang selalu ada di belakang industri.

“Terima kasih kepada pemerintah yang mendengarkan keluhan industri kami terkait tiket pesawat yang sudah mulai turun. Dampak kenaikan tiket pesawat sangat terasa sekali lantaran penyebaran wisatawan menjadi tidak merata di Indonesia. Dan pemerintah sudah melakukan banyak hal untuk membantu industri pariwisata,” ujarnya.

Nunung Rusmiati dalam sambutannya menetapkan komitmen untuk mendukung pengembangan sektor Pariwisata Indonesia. ASITA memiliki 7.000 anggota yang tersebar di 34 provinsi. Di antaranya adalah melalui partisipasi dalam program-program Kementerian Pariwisata.

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai